Kang Rendy Saputra
Hambatan terbesar dalam berbisnis atau berkarir adalah hilangnya energi berjuang didalam diri. Sebabnya bisa berbagai varian.
Ada yang memang frustasi, ada yang karena depresi, namun ada juga hal yang ternyata cukup banyak diidap oleh beberapa kawan, yaitu : VICTIM SYNDROME
Didalam konsep pengembangan diri, manusia garis atas adalah mereka yang bertanggung jawab pada apa yang terjadi. Apapun yang terjadi pada hidup saya adalah karena perbuatan saya sendiri, akibat kesalahan saya. Maka saya jualah yang wajib memperbaiki keadaan.
Namun manusia garis bawah merasa apapun yang terjadi pada kehidupannya adalah kesalahan dari pihak lain. Saya begini karena si fulan yang mengajak bermitra. Saya hancur begini karena si fulan yang ngajarin gak bener. Saya begini karena situasi kebijakan yang merugikan Saya.
Akhirnya dirinya merasa menjadi korban. Perasaan selalu menjadi korban dari setiap sesuatu yang gak enak ini namanya : VICTIM SYNDROME
Sepintas apa yang mereka katakan benar. Yang salah adalah pihak yang lain. Namun secara tidak disadari, muncul sikap turunan atas syndrome ini. Berikut diantaranya :
- KEHILANGAN SEMANGAT UNTUK BERUSAHA.
Seseorang yang merasa menjadi korban, biasanya memiliki mental tidak berdaya. Jika seorang suami merasa karirnya jatuh karena sikap istrinya yang tidak mendukung, maka fokus hidupnya adalah menyalahkan istri. Ia merasa semua akan berubah baik jika istrinya berubah baik.
Sementara fakta lapangan menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak bisa menguasai perilaku dan perubahan istrinya. Maka seorang suami seperti ini biasanya memilih menyerah tak bertanggung jawab dan sepanjang hidup akan menyalahkan istri.
Begitu juga dalam hal bisnis, jika Anda merasa jatuh karena kompetitor, jatuh karena kebijakan publik, jatuh karena perkembangan teknologi,maka Anda akan selalu merasa hidup dibawah kendali faktor lain.
Maka Anda akan berhenti berikhtiar. Padahal Allah menjanjikan perubahan kehidupan pada mereka yang mau berubah. Sehingga jadilah orang-orang yang selalu merasa jadi korban, hidup dalam ketidak berdayaan.
Perjuangan karir saya gagal karena saya tidak pernah meningkatkan kompetensi saya. Maka mulai hari ini saya akan meningkatkan kapasitas diri. Belajar public speaking, belajar presentasi, belajar manajemen, agar karir saya di perusahaan membaik.
Yang satu menjadi lemah tak berdaya dan yang satunya lagi menjadi kokoh hebat bertanggung jawab.
- STRESS LALU DEPRESI BERKEPANJANGAN
Seseorang yang merasa bawah hidupnya adalah korban dari variabel lain yaitu stress lalu depresi berat. Karena sejatinya manusia tidak bisa mengontrol perilaku pihak lain kecuali perilaku dirinya sendiri.
Kita tidak bisa menggenggam perilaku kebijakan negara. Kita juga tidak bisa menahan laju perubahan teknologi. Kita juga tidak bisa mengontrol keputusan bisnis kompetitor.
Yang kita bisa lakukan adalah beradaptasi dengan kebijakan negara. Yang kita bisa lakukan adalah mengikuti perkembangan teknologi.
Yang kita bisa lakukan adalah mencoba mengantisipasi serangan kompetitor dengan value product dan service yang kuat.
Mereka yang terkena victim syndrome biasanya stress karena merasa tidak bisa mengendalikan apapun.
- MENYALAHKAN ALLAH DAN SECARA TIDAK SADAR KEHILANGAN KEIMANAN.
Puncak sakit paling parah dari Victim Syndrome adalah merasa bahwa semua ini adalah karena takdir buruk dari Allah azza wa jalla. Pintu masuk setan bermula dari pertanyaan :
- Mengapa kok hidupku begini-begini banget?
- Kenapa kok dapat pasangan yang ngeselinbanget?
- Ketemu mitra bisnis tapi kenapa ga ada yang amanah?
- Kenapa kok begini… Kok takdir saya begitu… Kenapa harus saya…
Ketika sudah jatuh pada menyalahkan Allah, lalu menyalahkan kehidupan, maka seseorang jatuh pada zona sangka buruk kepada Allah.
Jadilah dia hilang semangat ibadah, jadilah ia menjadi gelisah dan tidak tenang, jadilah adab makin buruk dan memperkeruh permasalahan. Padahal di Surah An Nisaa ayat 79 :
“Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi”
KR BUSINESS NOTES
